1) Downtime berulang

Gangguan berulang menunjukkan arsitektur konektivitas belum resilient.

2) VoIP dan meeting sering putus

Ini indikasi kualitas WAN tidak terkontrol.

3) Ketergantungan cloud tinggi

Semakin tinggi cloud dependency, semakin besar dampak gangguan internet.

4) Banyak cabang minim visibilitas

Tanpa monitoring terpusat, troubleshooting lambat.

5) Tim IT kewalahan

Firefighting jaringan mengganggu proyek strategis.

6) Tidak ada SLA jelas

Tanpa SLA, tidak ada kepastian kualitas layanan.

7) Ekspansi bisnis cepat

Butuh model konektivitas scalable dan mudah rollout.

Kesimpulan

Jika 2-3 poin sudah Anda alami, saatnya evaluasi migrasi ke MIA.